BONDOWOSO — Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso kembali menegaskan kinerjanya sebagai salah satu unit kerja berprestasi di lingkungan Perum Perhutani. Dalam ajang Innovation Award 2025 Perhutani, KPH Bondowoso berhasil meraih penghargaan terbaik sekaligus memborong tujuh kategori penghargaan lainnya.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian kegiatan Kick Off PeFi Festival 2026 yang digelar Kantor Pusat Perum Perhutani di Perhutani Forestry Institute (PeFi) Madiun, Jawa Timur, pada 2–4 Februari 2026.
Ajang tahunan ini menjadi forum strategis bagi Perhutani untuk melakukan konsolidasi kebijakan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia kehutanan, serta penyelarasan strategi pengelolaan hutan produksi lestari yang berorientasi pada keseimbangan nilai ekonomi, sosial, dan ekologis.
Mengusung tema “From Vision to Action”, Kick Off PeFi Festival 2026 mencerminkan komitmen Perhutani dalam menerjemahkan visi korporasi ke dalam langkah-langkah operasional yang berbasis inovasi, efisiensi, dan tata kelola perusahaan yang baik. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh insan Perhutani, baik secara luring di PeFi Madiun maupun daring melalui aplikasi Zoom.
Dalam ajang tersebut, KPH Bondowoso meraih sejumlah penghargaan strategis, antara lain Juara 1 Inovasi, Juara 2 Pemberitaan, Juara 2 Keamanan atau Perlindungan Sumber Daya Hutan, Juara 2 Pengujian Kayu (Penguji Tingkat II), Juara 2 Tanaman, Juara 2 Mandor Tebang Rimba, serta Juara 3 Agroforestry.
Capaian tersebut mencerminkan keberhasilan KPH Bondowoso dalam mengintegrasikan aspek teknis kehutanan dengan manajemen operasional dan pendekatan bisnis kehutanan berkelanjutan. Upaya tersebut meliputi optimalisasi produktivitas tegakan, pengendalian risiko gangguan hutan, hingga peningkatan nilai tambah hasil hutan.
Penghargaan Juara 2 Pemberitaan menunjukkan konsistensi KPH Bondowoso dalam menyampaikan informasi kinerja dan aktivitas perusahaan secara terbuka, akurat, dan berimbang kepada publik. Hal ini sejalan dengan komitmen Perhutani dalam mendukung keterbukaan informasi dan memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan.
Sementara itu, penghargaan di bidang inovasi menegaskan kemampuan KPH Bondowoso dalam mengembangkan solusi berbasis data dan teknologi, khususnya dalam pengukuran lahan dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya hutan secara efektif dan akuntabel. Keberhasilan di kategori agroforestry juga memperlihatkan komitmen dalam mengembangkan pengelolaan hutan multiproduk yang melibatkan masyarakat sekitar hutan.
Pelaksana Tugas Direktur Utama Perum Perhutani, Natalas Anis Harjanto, menegaskan bahwa Kick Off PeFi Festival merupakan momentum penting untuk memperkuat budaya inovasi, profesionalisme, serta kolaborasi lintas fungsi di lingkungan Perhutani.
“Transformasi perusahaan harus ditopang oleh pengambilan keputusan berbasis kinerja, pengelolaan risiko yang terukur, serta peningkatan daya saing bisnis kehutanan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Administratur Perum Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menyebut penghargaan yang diraih merupakan hasil sinergi antara perencanaan teknis kehutanan, implementasi operasional di lapangan, serta dukungan manajerial yang berorientasi pada kinerja berkelanjutan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran KPH Bondowoso untuk terus mengembangkan inovasi berbasis ilmu kehutanan dan manajemen bisnis, meningkatkan kualitas pengelolaan hutan produksi lestari, serta mendukung transformasi Perum Perhutani sesuai arah kebijakan perusahaan,” katanya.
Ke depan, KPH Bondowoso berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mendukung program strategis Perum Perhutani melalui pengelolaan hutan yang berlandaskan prinsip keberlanjutan, peningkatan nilai tambah ekonomi, serta penciptaan manfaat sosial dan lingkungan secara berimbang.
