Melalui BSO, Bank Muamalat Situbondo sosialisasikan perencanaa Haji di SMK Kendit
SITUBONDO – Komitmen dalam meningkatkan literasi keuangan syariah terus ditunjukkan oleh Bank Muamalat Indonesia. Melalui berbagai program edukatif, bank syariah pertama di Indonesia ini aktif mengajak masyarakat untuk merencanakan keuangan secara matang, khususnya dalam mempersiapkan ibadah haji dan umrah.
Upaya tersebut kembali diwujudkan oleh Bank Muamalat Cabang Situbondo melalui kegiatan sosialisasi perencanaan haji yang digelar bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) SMK Kendit, pada Jumat, 17 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan sekolah dan diikuti dengan antusias oleh para anggota DWP serta jajaran tenaga pendidik.
Sosialisasi ini diinisiasi oleh Adelia Saskia Sukma, SH, selaku Branch Sales Officer (BSO) Bank Muamalat Situbondo. Dalam kegiatan tersebut, Adelia memberikan pemaparan mendalam terkait pentingnya perencanaan keuangan berbasis syariah sejak dini, khususnya untuk mewujudkan impian beribadah ke Tanah Suci.
Turut hadir dalam acara tersebut Pimpinan Cabang Bank Muamalat Situbondo, Siswo, yang memberikan sambutan sekaligus penguatan materi. Ia menegaskan bahwa perencanaan finansial yang baik menjadi kunci utama agar niat suci menunaikan ibadah haji dapat terlaksana dengan aman, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Melalui perencanaan yang tepat, masyarakat dapat mempersiapkan ibadah haji tanpa terbebani secara finansial. Bank Muamalat hadir memberikan solusi melalui produk-produk syariah yang transparan dan terpercaya,” ujar Siswo dalam sambutannya.
Selain itu, Kepala SMK Kendit Situbondo juga turut memberikan dukungan terhadap kegiatan ini. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya sosialisasi yang dinilai sangat bermanfaat, khususnya bagi kalangan tenaga pendidik dan organisasi wanita dalam memahami pentingnya pengelolaan keuangan berbasis syariah.
Dalam sesi pemaparan, peserta mendapatkan informasi lengkap mengenai produk tabungan haji yang ditawarkan Bank Muamalat, termasuk kemudahan akses layanan serta skema setoran awal. Untuk program haji reguler, calon jamaah cukup melakukan setoran awal sebesar Rp1 juta dan sudah bisa mendapatkan porsi keberangkatan, dengan masa tunggu yang mengikuti ketentuan pemerintah.
Sementara itu, untuk program haji khusus, peserta hanya perlu menyiapkan setoran awal sebesar Rp1,5 juta untuk memperoleh porsi, dengan estimasi masa tunggu sekitar tujuh tahun. Skema ini dinilai memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam merencanakan ibadah tanpa harus menunggu kesiapan dana secara penuh.
Para peserta tampak aktif mengikuti jalannya kegiatan, bahkan beberapa di antaranya mengajukan pertanyaan seputar mekanisme pendaftaran, sistem antrian keberangkatan, hingga keamanan dana pada perbankan syariah.
Melalui kolaborasi ini, Bank Muamalat berharap dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keuangan berbasis syariah, sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat yang mampu mewujudkan impian beribadah haji.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Bank Muamalat sepanjang 2025 hingga 2026 dalam memperkuat edukasi keuangan syariah melalui kemitraan strategis dengan berbagai lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat di daerah.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat, khususnya di wilayah Kendit dan sekitarnya, semakin meningkat dalam merencanakan masa depan keuangan secara bijak, sekaligus mempersiapkan perjalanan spiritual ke Tanah Suci dengan lebih matang dan terencana.
