Notification

×

Iklan

=

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Akses Terputus Akibat Banjir, Pemerintah Siapkan Pembangunan Empat Jembatan Baru

Monday, April 13, 2026 | April 13, 2026 WIB Last Updated 2026-04-13T10:50:17Z

 

TNI Dampingi aurvei owmbangunan jembatan di dua lokasi

SITUBONDO – TNI bersama instansi terkait terus memperkuat dukungan terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Dua kegiatan penting dilakukan, yakni survei rencana pembangunan jembatan di Kecamatan Jatibanteng yang rusak akibat banjir dan pengecekan kondisi jembatan Kalompret di Kecamatan Banyuputih. Senin (13/4/2026).


Pendampingan survei pembangunan jembatan dilakukan oleh Ws. Danramil 0823/14 Jatibanteng, Pelda Samsul Arifin, bersama jajaran. Kegiatan ini melibatkan tim Subdenzibang Bondowoso yang dipimpin Serka Dedy serta perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Situbondo.

Survei dilakukan di dua titik, yakni Desa Kembangsari dan Desa Wringinanom, guna memastikan kesiapan teknis pembangunan sebagai bagian dari Program Strategis Nasional.

Di Desa Wringinanom, jembatan direncanakan melintasi Sungai Patemon dengan panjang sekitar 75 meter dan lebar 3 meter. Infrastruktur ini akan menghubungkan Desa Jatibanteng dengan Desa Patemon dan diproyeksikan memberi manfaat bagi 1.023 jiwa.

Sementara di Desa Kembangsari, jembatan sepanjang 110 meter dan lebar 3 meter akan dibangun melintasi Sungai Polo’ompo (Sentul). Jembatan ini akan menghubungkan Dusun Krajan dan Dusun Tampelan, dengan manfaat bagi sekitar 493 kepala keluarga.
Pelda Samsul Arifin menegaskan, keterlibatan TNI merupakan bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan di daerah.

“Pembangunan jembatan ini diharapkan memperlancar akses masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan, khususnya di wilayah pedalaman,” ujarnya.

Di hari yang sama, Danramil 0823/08 Banyuputih Kapten Inf Basuki Rahmad bersama unsur TNI, Polri, dan instansi terkait melakukan pengecekan jembatan Kalompret di Kampung Sekarputih, Desa Sumberanyar.

Kegiatan ini melibatkan Dinas PU Situbondo dan personel Den Zibang 2 Malang untuk memastikan kondisi jembatan tetap layak digunakan.
Hasil pengukuran menunjukkan jembatan memiliki panjang 12 meter, lebar 2,5 meter, dengan lebar sungai sekitar 7 meter.

Kapten Basuki Rahmad menyampaikan bahwa pengecekan ini penting sebagai dasar perencanaan perbaikan atau peningkatan infrastruktur.

“Kami berharap jika diperlukan perbaikan, bisa segera ditindaklanjuti agar aktivitas dan perekonomian masyarakat tetap berjalan lancar,” katanya.

Dua kegiatan ini menjadi bukti sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan instansi teknis dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang merata.
Selain membuka akses wilayah terpencil, pembangunan dan perawatan jembatan juga dinilai krusial dalam menunjang mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga akses pendidikan dan layanan publik.

Dengan langkah awal berupa survei dan pengecekan ini, diharapkan pembangunan jembatan di Situbondo dapat segera terealisasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

×
Berita Terbaru Update