Kasatgas Anti Premanisme ngopi santai dengan sejumlah jurnalis
SITUBONDO — Kasatgas Anti Premanisme Kabupaten Situbondo, Bang Ipoel, menghadiri pertemuan santai bersama sejumlah insan pers dalam agenda “ngopi bareng” yang digelar pada Jumat malam (31/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat komunikasi sekaligus membangun sinergi antara wartawan dan aparat dalam menjaga stabilitas daerah.
Dalam suasana akrab, Bang Ipoel menegaskan pentingnya peran wartawan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Menurut dia, keberadaan pers tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki fungsi kontrol sosial yang strategis.
“Wartawan adalah aset Situbondo, bukan hanya sekadar produk Situbondo. Karena itu harus dijaga, dihormati, dan diberikan ruang untuk menjalankan tugas jurnalistiknya secara profesional,” ujar Bang Ipoel.
Ia menilai, pemberitaan yang berbasis fakta dan berimbang mampu memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya pencegahan gangguan kamtibmas.
“Melalui pemberitaan yang benar, masyarakat mendapatkan informasi yang tepat. Bahkan ketika ada persoalan, media bisa menjadi sarana agar informasi tersebut diketahui luas dan mendapat perhatian,” katanya.
Pendapat tersebut mendapat respons positif dari kalangan wartawan yang hadir. Salah satunya Heru, wartawan senior di Situbondo, yang menyatakan kesepakatannya terhadap pandangan Bang Ipoel.
“Saya sangat sepakat. Wartawan menyajikan fakta-fakta yang dikonsumsi publik di berbagai bidang kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Bang Ipoel menambahkan, sinergi antara wartawan dan aparat tidak boleh menghilangkan independensi pers. Justru, komunikasi yang baik diperlukan agar masing-masing pihak dapat menjalankan peran sesuai koridor.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme, independensi, serta kode etik jurnalistik dalam setiap pemberitaan.
“Pers harus tetap independen, dan aparat juga harus menghormati kerja wartawan. Yang penting komunikasi dibangun dengan baik, jangan sampai ada jarak,” ucapnya.
Menurutnya, upaya menciptakan situasi yang aman dan kondusif tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi dari berbagai elemen, mulai dari masyarakat, insan pers, sektor swasta, hingga pemerintah dan aparat penegak hukum.
“Kalau semua elemen bersinergi, termasuk wartawan, maka Situbondo yang aman dan kondusif akan semakin kuat. Wartawan bukan musuh, tapi aset yang harus dijaga bersama,” pungkasnya.
