Dinilai berpotensi membahayakan keselamatan Satlantas Polres Situbondo himbau todka latihan gerak jalan di jalan Pantuta
SITUBONDO – Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sejumlah sekolah di Kabupaten Situbondo mulai menggelar latihan baris-berbaris (PBB) dan gerak jalan. Menyikapi hal tersebut, Polres Situbondo mengimbau pihak sekolah agar mengutamakan aspek keselamatan selama kegiatan berlangsung.
Imbauan itu disampaikan menyusul masih ditemukannya aktivitas latihan siswa di jalur Pantura yang memiliki arus lalu lintas padat. Polres Situbondo menegaskan, penggunaan jalan nasional untuk latihan berpotensi membahayakan pelajar maupun pengguna jalan lainnya.
Melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas), Polres Situbondo telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat untuk menyosialisasikan pentingnya pemilihan lokasi latihan yang aman. Sekolah diminta memanfaatkan area seperti halaman sekolah, lapangan, atau jalan alternatif yang minim lalu lintas.
Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie mengatakan, pihaknya mendukung penuh kegiatan positif pelajar dalam rangka menyemarakkan Hari Kemerdekaan. Namun, keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama.
“Latihan gerak jalan merupakan kegiatan positif dan tentu kami dukung. Tetapi jangan sampai pelaksanaannya justru membahayakan siswa maupun pengguna jalan. Terlebih jalur Pantura merupakan jalan nasional dengan arus kendaraan yang cukup padat,” ujar Bayu, Senin (10/8/2026).
Imbauan ini juga merupakan respons atas laporan masyarakat terkait adanya siswa yang berlatih di jalur Pantura wilayah Mlandingan. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Mlandingan langsung mendatangi pihak sekolah untuk memberikan edukasi dan arahan.
Petugas meminta agar latihan tidak lagi menggunakan jalan nasional dan menyarankan pemanfaatan jalur dalam atau jalan kecamatan yang lebih aman. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan guru pembina gerak jalan SMPN 1 Mlandingan terkait persiapan lomba yang dijadwalkan pada Kamis (13/8/2026).
Pihak sekolah menyambut baik imbauan tersebut dan menyatakan siap mengikuti arahan kepolisian. Latihan terakhir akan dipindahkan ke jalur dalam guna meminimalisasi risiko kecelakaan.
“Terima kasih atas perhatian dan imbauannya. Kami akan menyampaikan kepada kepala sekolah dan siap menggunakan jalur dalam demi keselamatan siswa dan pengguna jalan lainnya,” ujar salah satu pembina gerak jalan.
Kapolres kembali menegaskan, kepolisian tidak melarang kegiatan gerak jalan maupun latihan PBB. Namun, pemilihan lokasi serta penerapan standar keselamatan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi antara sekolah dan aparat kepolisian, terutama jika kegiatan melibatkan penggunaan ruas jalan yang ramai. Dengan komunikasi yang baik, pengamanan dan pengaturan lalu lintas dapat dilakukan secara optimal.
“Semangat anak-anak untuk berlatih harus kita dukung. Namun mereka juga harus diberikan contoh tentang disiplin dan keselamatan berlalu lintas sejak dini. Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan pihak sekolah agar kegiatan berjalan aman dan lancar,” tambahnya.
Polres Situbondo juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keselamatan di jalan. Warga diminta segera melapor apabila menemukan aktivitas yang berpotensi membahayakan melalui Call Center 110 atau aplikasi Super App Polri.
Dengan langkah preventif ini, diharapkan rangkaian kegiatan menyambut Hari Kemerdekaan dapat berlangsung meriah tanpa mengorbankan keselamatan.
