Notification

×

Iklan

=

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gus Lilur Ungkap 3 Syarat Sebelum Menepi Dari Polemik Muktamar NU

Tuesday, September 29, 2026 | September 29, 2026 WIB Last Updated 2026-09-29T03:03:18Z

 

HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy , Kiai Kampung,dan tokoh muda NU 


JAKARTA – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang dikenal sebagai Gus Lilur menyatakan polemik yang ia suarakan melalui tulisan berjudul “NU, Gus Dur dan Bromocorah Politik” telah selesai.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Lilur melalui tulisan terbarunya bertajuk “Selesai, Tunai, Tuntas”.
Ia mengatakan, seluruh hal yang menurutnya perlu disampaikan, dijelaskan, dan disuarakan telah dituangkan dalam tulisan tersebut.

“Apa yang harus disampaikan sudah saya sampaikan. Apa yang harus dijelaskan sudah saya jelaskan. Apa yang harus disuarakan sudah saya suarakan. Selesai,” tulis Gus Lilur.

Meski demikian, Gus Lilur menyebut masih ada satu langkah yang belum dilakukannya, yakni membawa persoalan tersebut ke ranah pidana.
Ia mengaku memilih belum menempuh langkah hukum karena salah satu pihak yang disebutnya sebagai lawan memiliki hubungan dengan sosok yang sangat ia hormati, yakni KH Bisri Syansuri, salah satu pendiri Pesantren Denanyar, Jombang.

Gus Lilur mengatakan dirinya pernah menimba ilmu di pesantren tersebut.
Ia juga mengungkapkan pesan yang diajarkan ayahnya mengenai pentingnya menghormati guru beserta keluarganya.

“Di tubuhnya ada darah guru saya, Kiai Bisri Syansuri,” tulisnya.

Sebut Ada Empat Orang Ajak Menjaga NU
Dalam tulisan itu, Gus Lilur juga mengaku dalam tiga hari terakhir intens berkomunikasi dengan empat orang yang disebutnya memiliki agenda sama, yakni menjaga NU.

Menurut dia, keempat orang tersebut meminta dirinya menahan diri agar kritik yang disampaikan tidak justru merusak Nahdlatul Ulama.

Gus Lilur mengklaim keempat orang itu memiliki pandangan bahwa dugaan suap dan jual beli suara dalam Muktamar ke-35 NU perlu diungkap.

Dugaan tersebut sebelumnya juga menjadi sorotan sejumlah kelompok dan pemberitaan. Namun, tuduhan mengenai adanya transaksi suara dalam Muktamar ke-35 NU masih memerlukan pembuktian hukum dan verifikasi independen.

Setelah dugaan tersebut diungkap, Gus Lilur mengatakan dirinya diminta untuk menepi.
Namun, ia mengaku memberikan tiga syarat sebelum bersedia mengambil sikap tersebut.

Pertama, ia meminta Rais Aam PBNU mengundurkan diri.
Kedua, PCNU, PWNU, dan AHWA yang menurutnya menerima suap harus mengembalikan uang tersebut kepada KPK.

Ketiga, ia meminta pihak yang disebutnya sebagai “Ipul dan kawan-kawan” tidak membawa persoalan tersebut ke ranah pidana.

Gus Lilur menegaskan, apabila dirinya lebih dahulu dilaporkan secara pidana, ia menyatakan siap menghadapi proses hukum dan melaporkan balik pihak-pihak yang menurutnya terlibat.

Tegaskan Tak Takut Dipidanakan
Gus Lilur juga menyatakan dirinya tidak takut apabila harus menghadapi proses hukum.

Ia bahkan menuliskan tantangan terbuka kepada sosok yang disebutnya sebagai “Ipul” agar membawa persoalan tersebut ke jalur pidana.

Pernyataan itu disampaikan dengan nada keras sebagai bagian dari sikapnya dalam mempertahankan kritik yang telah ia sampaikan terkait dinamika Muktamar ke-35 NU.

Meski demikian, sejumlah tuduhan yang disampaikan Gus Lilur terhadap individu tertentu merupakan klaim atau informasi yang disebutnya ia terima dan belum dapat diperlakukan sebagai fakta hukum tanpa proses pembuktian.

Sebelumnya, pihak penyelenggara Muktamar ke-35 NU juga telah membantah adanya aliran dana ilegal yang dikaitkan dengan penyelenggaraan muktamar.

“Tidak Semua Santri Bisa Diintimidasi”
Di bagian akhir pernyataannya, Gus Lilur menegaskan sikapnya sebagai bagian dari upaya yang ia sebut sebagai amar makruf nahi mungkar.
Ia mengatakan kritik yang disampaikannya bukan semata-mata persoalan pribadi, melainkan bentuk kepeduliannya terhadap NU.

“Tidak semua santri NU bisa diintimidasi. Tidak semua kiai NU bisa ditakut-takuti,” tulisnya.

Gus Lilur kemudian menutup pernyataannya dengan seruan “Salam Amar Makruf Nahi Mungkar” dan mencantumkan identitasnya sebagai HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy.
Cicit Sayyidina Ali
Cicit Ken Arok




×
Berita Terbaru Update