Notification

×

Iklan

=

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Revitalisasi PG Asembagus Dinilai Belum Maksimal, Debu Tolato Masih Jadi Ancaman Bagi Warga

Thursday, July 2, 2026 | July 02, 2026 WIB Last Updated 2026-07-02T09:46:01Z


PG Asembagus, foto : Dokumen PT Barata Indonesia

SITUBONDO – Revitalisasi Pabrik Gula (PG) Asembagus di Kabupaten Situbondo dengan anggaran besar dinilai belum menjawab persoalan utama yang dirasakan masyarakat sekitar. Sejumlah warga menilai proyek tersebut gagal menyentuh masalah polusi debu ampas atau yang dikenal sebagai tolato.

Menurut warga, revitalisasi seharusnya tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas giling, tetapi juga mengatasi dampak lingkungan yang selama ini terjadi setiap musim giling.

“Setiap tahun kejadian seperti ini terus berulang. Debu hitam beterbangan, lingkungan jadi kotor. Ini bukan hanya soal produksi, tapi juga kesehatan masyarakat,” ujar salah satu warga, Kamis (2/7/2026).

Warga mengeluhkan debu halus dari sisa pembakaran ampas tebu tersebut kerap beterbangan hingga permukiman dan jalan raya. Selain mencemari udara, kondisi ini juga dinilai membahayakan pengguna jalan karena partikel debu bisa masuk ke mata.

“Kalau tolato keluar, besoknya atau beberapa hari kemudian memang ada pemeriksaan kesehatan gratis. Tapi apakah penyakit akibat debu bisa langsung terdeteksi dan diatasi dalam sehari? Itu kan tidak mungkin,” tambahnya.

Warga berharap PG Asembagus bisa “naik kelas” dengan menghadirkan pengelolaan limbah yang lebih baik, sehingga wilayah Asembagus bisa terbebas dari polusi tolato.

Keluhan serupa, lanjut warga, juga kerap disuarakan masyarakat melalui media sosial. Beberapa waktu lalu, warga di wilayah Bantal turut menyampaikan protes terkait dampak tolato yang dirasakan.

Secara umum, tolato merupakan abu terbang hasil pembakaran ampas tebu di cerobong pabrik gula. Paparan tolato berpotensi menimbulkan berbagai dampak, mulai dari gangguan pernapasan seperti batuk dan sesak napas, iritasi kulit, hingga gangguan penglihatan akibat debu yang masuk ke mata.

Selain itu, partikel abu yang beterbangan juga mengotori lingkungan rumah tangga, mencemari air dan makanan, serta menurunkan kualitas kebersihan lingkungan secara keseluruhan.

Warga pun berharap pihak pabrik segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut, agar aktivitas industri tidak lagi berdampak buruk bagi kesehatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

×
Berita Terbaru Update