Notification

×

Iklan

=

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PG Asembagus Salurkan 500 Paket Sembako, NKI Apresiasi Kepedulian SGN Terhadap Warga

Friday, August 14, 2026 | August 14, 2026 WIB Last Updated 2026-08-14T05:36:36Z

 

PG Asembagus salurkan 500 paket Sembako di Dua Desa

SITUBONDO – Kepedulian Pabrik Gula (PG) Asembagus terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional kembali mendapat apresiasi.Hari ini  PG Asembagus Baksos ke-2 dengan menyalurkan 500 paket sembako kepada warga Desa Gudang dan Desa Trigonco, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo.

Bakti sosial bertajuk “Berbagi Kebaikan, Menebar Kebahagiaan” itu digelar secara bertahap pada Jumat-Sabtu (14-15/8/2026).
Penyaluran bantuan tersebut dihadiri General Manager PG Asembagus Ir. H. Mulyono, S.T., jajaran manajemen PG Asembagus, Forkopimcam Asembagus, pemerintah desa setempat, serta Tim Perwakilan Nasim Khan Indonesia (NKI).

Agung Hariyanto dan Tim NKI apresiasi kepedulian PG Asembagus

Perwakilan NKI, Agung Hariyanto, mengapresiasi langkah PG Asembagus yang dinilai menjadi bukti nyata kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar.

Menurut Agung, kegiatan tersebut juga menunjukkan implementasi tanggung jawab sosial perusahaan sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, khususnya terkait tanggung jawab sosial dan lingkungan.

“Pelaksanaan UU 40/2007 PG Asembagus menjadi bukti nyata sinergi Gula Nusantara melalui PG Asembagus dalam kepedulian terhadap masyarakat sekitar,” ujar Agung.

Agung menilai keberadaan PG Asembagus memiliki sejarah panjang dalam perjalanan industri gula di Situbondo.

PG Asembagus telah berdiri sejak 1890 dengan nama Suikerfabriek Assembagoes dan berlokasi di Desa Trigonco, Kecamatan Asembagus.
Menurut Agung, keberadaan pabrik tidak hanya berkaitan dengan produksi gula, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat Situbondo, khususnya wilayah timur.

“Beberapa kali PG Asembagus mengalami perbaikan mesin dan upaya perbaikan manajemen, hingga hari ini tetap berdiri, tetap eksis dan tetap berproduksi,” katanya.

Agung mengatakan, setiap kegiatan industrialisasi tentu memiliki dampak yang beragam, mulai dari ekonomi, sosial, budaya hingga lingkungan.
Karena itu, menurut dia, program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat.

“Sebagai bentuk nyata sebuah kegiatan industrialisasi sekaligus rasa syukur atas kelancaran kegiatan produksi, hari ini PG Asembagus melaksanakan bakti sosial berupa TJSL,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan sosial PG Asembagus bukan hanya dilakukan pada momentum tertentu, tetapi telah berjalan secara berkesinambungan.
Bukan Sekadar Seremoni
Agung mengapresiasi keterangan General Manager PG Asembagus yang menyebut program TJSL telah dilakukan beberapa kali di sejumlah desa yang berdampingan dengan kawasan pabrik.

“Menurut Pak Mul selaku GM PG Asembagus, kegiatan TJSL bukan sekali dalam setahun. Sekarang sudah dilakukan tiga kali di beberapa desa yang berdampingan dengan PG,” kata Agung.

Ia juga menyinggung keterlibatan PG Asembagus dalam membantu masyarakat ketika terjadi gempa di wilayah Banyuputih.

Saat itu, ribuan paket sembako disalurkan kepada warga terdampak di sejumlah desa, di antaranya Desa Sukorejo, Sumbernanyar, Sumberwaru dan Wonorejo.

Bagi Agung, rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan perusahaan di tengah masyarakat tidak hanya diukur dari aktivitas produksi, tetapi juga dari manfaat sosial yang diberikan.

Di sisi lain, Agung menyoroti peningkatan serapan bahan baku tebu dari petani lokal. Menurut dia, serapan tebu dari petani lokal saat ini mencapai 349.351,3 ton. Angka tersebut disebut menjadi capaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sementara itu, PG Asembagus hingga saat ini masih menjalankan proses penggilingan tebu. Total produksi giling yang disebutkan mencapai 540.670 ton, sesuai dengan kemampuan mesin yang telah diperbarui.

Peningkatan aktivitas produksi tersebut diharapkan memberikan dampak ekonomi yang semakin besar, terutama bagi petani tebu dan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas industri gula.

General Manager PG Asembagus Ir. H. Mulyono mengatakan jumlah paket sembako tahun ini meningkat dibandingkan penyaluran sebelumnya.
Jika sebelumnya sekitar 300 paket, tahun ini jumlahnya ditingkatkan menjadi 500 paket.

“Kalau tahun kemarin sekitar 300, hari ini kami setuju 500. Karena kapasitas pabrik meningkat dan jumlah produksinya juga meningkat,” ujar Mulyono.

Menurut dia, peningkatan kapasitas produksi diharapkan berjalan beriringan dengan meningkatnya kontribusi perusahaan kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan Asembagus seterusnya meningkat sehingga kami juga bisa memberikan bentuk partisipasi kepada masyarakat jauh lebih banyak dan cakupannya nanti lebih merata,” katanya.

Sambut HUT Ke-81 Kemerdekaan RI
Mulyono mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut juga menjadi bagian dari rasa syukur perusahaan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati pada 17 Agustus 2026.

Momentum tersebut berdekatan dengan ulang tahun ke-5 Sugar Group Indonesia (SGN).
“Insyaallah bulan ini kita memperingati Kemerdekaan RI yang ke-81. Bertepatan juga dengan ulang tahun SGN yang ke-5,” kata Mulyono.

PG Asembagus sendiri masih melaksanakan kegiatan penggilingan tebu. Hingga Jumat (14/8/2026), proses giling telah memasuki hari ke-79.

Mulyono berharap seluruh proses penggilingan berjalan lancar hingga pertengahan Oktober mendatang.
“Mohon doanya, semoga diberi kelancaran. Asembagus akan melaksanakan giling sampai pertengahan Oktober,” ujarnya.

PG Asembagus Terus Evaluasi Dampak Operasional
Selain program sosial, PG Asembagus juga terus melakukan evaluasi terhadap kegiatan operasional pabrik, termasuk berbagai aspek yang berpotensi memberikan dampak kepada masyarakat sekitar.

Mulyono mengatakan perusahaan memahami bahwa aktivitas industri memiliki berbagai tantangan yang harus terus diperbaiki.
“Dalam perjalanan kami beroperasi dari tahun ke tahun, kami selalu berbenah. Banyak kendala dan banyak hal yang kami rasakan, baik dari sisi pabrik maupun masyarakat. Tapi tentunya dalam hal-hal seperti ini kami tetap berprogres,” katanya.

PG Asembagus, lanjut Mulyono, telah melakukan evaluasi dan mengajukan sejumlah langkah perbaikan, termasuk penambahan peralatan yang diharapkan dapat mengurangi dampak dari operasional boiler.

Ia mengakui belum dapat menjamin seluruh dampak bisa dihilangkan sepenuhnya. Namun, Mulyono optimistis penambahan peralatan tersebut dapat mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat.

“Kalau 100 persen kami belum bisa menjanjikan, tetapi saya punya keyakinan jika alat tersebut nanti dipasang di Asembagus, insyaallah itu bisa mengurangi banyak dampak yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Mulyono juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih ada masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau program sosial perusahaan.

“Kami mohon maaf jika dalam perjalanan ini masih ada yang belum bisa kami bantu secara penuh. Tetapi kami tetap berusaha maksimal,” tuturnya.

Penyaluran 500 paket sembako tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen PG Asembagus untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus memastikan keberadaan industri gula memberikan manfaat yang semakin luas bagi warga di sekitar wilayah operasional.

×
Berita Terbaru Update