Rumah warga Wringin Anom Panarukan dipenubi abu Tolato
SITUBONDO — Sejumlah warga di sekitar Pabrik Gula Wringin Anom, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, menyampaikan surat terbuka kepada Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo (Mas Rio), terkait dugaan pencemaran lingkungan akibat abu sisa pembakaran (tolato) dari cerobong pabrik.
Dalam surat yang tersebar di sjumlah grup WhatsApp tersebut, warga mengaku mengalami dampak langsung setiap musim giling berlangsung. Abu yang terbawa angin disebut menyebar hingga ke permukiman, mengotori rumah, halaman, hingga pakaian yang dijemur.
“Setiap musim giling tiba, abu menyebar ke rumah-rumah warga. Kondisi ini membuat lingkungan menjadi kotor dan menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan,” tulis perwakilan warga dalam surat terbuka tersebut.
Warga juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap risiko kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga dengan gangguan pernapasan.
Meski demikian, masyarakat mengakui keberadaan pabrik gula memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah, membuka lapangan kerja, dan mendukung sektor pertanian tebu. Namun, mereka menilai aktivitas industri harus tetap memperhatikan aspek lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Melalui surat itu, warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret. Di antaranya dengan menugaskan instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan terhadap emisi cerobong pabrik, melakukan pengukuran kualitas udara secara terbuka, serta mendorong penggunaan teknologi pengendalian emisi yang lebih efektif.
Selain itu, warga juga meminta adanya ruang dialog antara pemerintah daerah, pihak pabrik, dan masyarakat guna mencari solusi yang adil dan berkelanjutan.
“Kami berharap persoalan ini tidak dianggap sebagai keluhan biasa, melainkan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kualitas lingkungan hidup di Situbondo,” lanjut isi surat tersebut.
Warga menaruh harapan besar kepada Bupati Situbondo agar dapat menghadirkan solusi yang berpihak pada kepentingan masyarakat tanpa mengabaikan keberlangsungan dunia usaha.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Situbondo maupun manajemen Pabrik Gula Wringin Anom terkait keluhan tersebut.
