Notification

×

Iklan

=

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Digital Makin Dekat Dengan Pelajar, Polres Situbondo Bekali Siswa SMAN 1 Panji Cara Cerdas Manfaatkan AI

Saturday, August 29, 2026 | August 29, 2026 WIB Last Updated 2026-08-29T06:44:04Z

 

Waka Polres Situbondo Kompol Toni Irawan pimpin ToT paham AI ke siswa SMAN 1 Panji

SITUBONDO – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Teknologi ini bisa membantu proses belajar, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah jika digunakan tanpa pemahaman dan tanggung jawab.

Hal tersebut menjadi perhatian Polres Situbondo. Kepolisian membekali siswa SMAN 1 Panji, Kabupaten Situbondo, dengan pengetahuan mengenai pemanfaatan AI secara positif, bijak, dan bertanggung jawab.
Edukasi tersebut disampaikan melalui kegiatan Sosialisasi Training of Trainers (ToT) Paham AI yang digelar di SMAN 1 Panji, Jumat (28/8/2026) mulai pukul 08.00 WIB.

Kegiatan tersebut diikuti para siswa dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi digital di kalangan pelajar.

Wakapolres Situbondo Kompol Toni Irawan, S.H., M.H., hadir sebagai salah satu narasumber bersama Kasat Binmas Iptu H. Rachman Fadli Kurniawan, S.H., M.M., KBO Sat Intelkam, serta Kanit Tipikor Satreskrim Polres Situbondo.

AI Bisa Jadi Teman Belajar
Dalam kegiatan tersebut, para siswa dikenalkan dengan berbagai hal mengenai AI, mulai dari pengertian, perkembangan, fungsi, hingga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

AI juga diperkenalkan sebagai salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pendidikan.

Siswa diajak melihat bagaimana AI dapat digunakan untuk mencari ide, menyusun materi, mengolah informasi, hingga membantu proses pembelajaran.

Tidak berhenti pada teori, para siswa juga diajak melakukan demonstrasi dan praktik menggunakan sejumlah fitur serta aplikasi berbasis AI.
Dengan didampingi narasumber, siswa mencoba memberikan instruksi atau perintah yang tepat agar AI dapat menghasilkan informasi sesuai kebutuhan.

Namun, kepolisian mengingatkan bahwa kemudahan tersebut tetap harus diimbangi sikap kritis.
Wakapolres Situbondo Kompol Toni Irawan mengatakan perkembangan teknologi harus diikuti dengan pemahaman mengenai cara penggunaannya.

“Manfaatkan teknologi AI untuk hal-hal yang positif, terutama untuk mendukung proses belajar dan mengembangkan kemampuan diri. Namun, setiap informasi yang dihasilkan AI tetap harus diperiksa dan diverifikasi,” ujar Toni.

Menurut dia, pelajar tidak boleh langsung mempercayai semua informasi yang dihasilkan AI.
“Jangan sampai teknologi digunakan untuk menyebarkan informasi yang tidak benar atau merugikan orang lain,” katanya.

Ingatkan soal Hoaks dan Plagiarisme penggunaan AI.
Para siswa diingatkan agar tidak memanfaatkan teknologi tersebut untuk menyebarkan informasi palsu, melakukan plagiarisme, memanipulasi informasi, maupun melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain.

Siswa juga diminta tetap melakukan verifikasi terhadap informasi yang diperoleh melalui AI.
Hal itu penting karena AI dapat menghasilkan informasi yang terlihat meyakinkan, tetapi belum tentu seluruhnya benar.

“Penggunaan AI harus tetap disertai tanggung jawab. Pelajar harus mampu membedakan informasi yang benar dan keliru serta memastikan sumber informasi sebelum menggunakannya,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Siswa Didorong Jadi Duta Literasi AI
Konsep Training of Trainers (ToT) dalam kegiatan tersebut juga diarahkan agar pengetahuan mengenai AI tidak berhenti pada peserta.

Para siswa diharapkan dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada teman-temannya maupun lingkungan sekitar.
Dengan begitu, semakin banyak pelajar yang memahami manfaat sekaligus risiko penggunaan teknologi AI.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa tampak antusias menyampaikan pertanyaan, pengalaman, hingga kendala yang mereka temui saat menggunakan teknologi AI.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Situbondo mendorong pelajar agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara aman, kritis, etis, dan bertanggung jawab.
AI diharapkan menjadi sarana untuk memperluas pengetahuan dan mengembangkan potensi diri, bukan justru digunakan untuk menyebarkan informasi keliru atau melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

×
Berita Terbaru Update