Pasca sebulan kejadian kebakaran, rumah warga belum.berdiri karena tak punya biaya
SITUBONDO — Lebih dari sebulan pascakebakaran yang meluluhlantakkan rumahnya, seorang buruh bangunan berinisial HP (57), warga Dusun Bukkolan, Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, masih harus bertahan hidup di tengah keterbatasan.
Setiap hari, HP hanya bisa memandangi puing-puing sisa rumahnya yang hangus dilalap api. Tidak ada lagi bangunan yang tersisa, selain kenangan dan harapan untuk kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
Kebakaran yang terjadi sekitar sebulan lalu itu menghanguskan seluruh bagian rumahnya. Hingga Minggu (9/8/2026), HP belum mampu membangun kembali rumah tersebut karena keterbatasan ekonomi.
Dengan penghasilan sebagai buruh bangunan, ia kini berusaha mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk membeli bahan bangunan. Namun, upaya itu berjalan sangat lambat.
“Setiap hari hanya bisa melihat sisa puing. Belum tahu kapan rumah ini bisa berdiri lagi,” ujar HP lirih.
Seorang pegiat sosial di Situbondo, yang dikenal dengan nama Mas Pepeng atau Tekos Sosial, mengatakan kondisi HP sangat memprihatinkan. Selama sebulan terakhir, HP terpaksa tidur di gubuk kecil tanpa dinding di dekat kandang sapi, atau sesekali menumpang di teras rumah tetangga.
“Sejak kebakaran, bantuan yang diterima baru sebatas pakaian dan peralatan dapur dari Dinas Sosial Situbondo. Untuk bahan bangunan rumah, sampai sekarang belum ada bantuan, baik dari pemerintah daerah, kecamatan, maupun desa,” kata Tekos Sosial.
Ia menjelaskan, lahan yang ditempati HP memang bukan milik pribadi, melainkan milik seseorang di Surabaya. Namun, HP diperbolehkan menjaga dan mendirikan tempat tinggal di lokasi tersebut.
Menurut Tekos Sosial, untuk membangun kembali rumah sederhana, masih dibutuhkan berbagai material seperti kayu usuk, dinding kalsiboard, serta tambahan asbes untuk atap.
“Saya mengajak warga Situbondo, khususnya Panarukan, untuk peduli. Mas HP ini sangat layak dibantu agar bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dusun setempat Jhon, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya telah melaporkan kejadian kebakaran tersebut kepada pemerintah desa dan kecamatan.
“Kami sudah melaporkan dan data korban sudah masuk ke BPBD serta Dinas Sosial Situbondo, bantuan berupa baju dan alat dapur sudah ada dari Dinas terkiat. Namun untuk bantuan pembangunan rumah atau program RTLH mungkin membutuhkan proses,” kata Jhon.
Ia menambahkan, pihaknya bersama warga siap bergotong royong membantu pembangunan rumah HP apabila bantuan material sudah tersedia.
“Kami terus memantau kondisi di lapangan. Warga juga siap membantu jika pembangunan sudah bisa dilakukan,” pungkasnya.
