Notification

×

Iklan

=

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gus Lilur Kritik PBNU : Ber-NU Selamanya, Ber-PBNU Sekedarnya

Monday, September 14, 2026 | September 14, 2026 WIB Last Updated 2026-09-13T23:21:46Z

Gus Lilur kembali melontarkan slogan “Ber-NU Tanpa Ber-PBNU”.

JAKARTA - Kiai kampung HRM Khalilur R Ab Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur kembali melontarkan slogan “Ber-NU Tanpa Ber-PBNU”.


Slogan tersebut sebelumnya pernah ia sampaikan pada Januari 2022. Saat itu, Gus Lilur mengaku mendapat kecaman dan sindiran dari sejumlah pihak.

Namun, menurut dia, dinamika yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) setelah Muktamar ke-34 di Lampung justru membuat slogan tersebut kembali relevan.

“Faktanya mengada. Mandataris Muktamar ke-34 Lampung berantem, saling buka borok sendiri, saling pecat. Semua warga NU malu pada kelakuan mereka yang di PBNU,” kata Gus Lilur dalam pernyataannya.

Menurut Gus Lilur, setelah Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, ia kembali menegaskan slogan tersebut.

Bahkan, ia menyebut muncul sejumlah slogan lain yang memiliki makna serupa, seperti “Ber-NU selamanya, ber-PBNU sekedarnya” dan “Ber-NU saklawase, ber-PBNU sak cukupè”.

Makna Ber-NU Menurut Gus Lilur
Gus Lilur menjelaskan, bagi dirinya, ber-NU bukan semata-mata berkaitan dengan struktur organisasi PBNU.
Ia memaknai ber-NU sebagai menjalankan ajaran Islam dengan cara beragama yang selama ini diajarkan ulama NU.

Menurut dia, setidaknya terdapat tiga hal utama, yakni bermadzhab Syafi'i, berakidah Asy'ariyah, serta bertasawuf dengan mengikuti ajaran Imam Junaid al-Baghdadi atau Imam al-Ghazali.

“Para kiai alim NU sudah mengajarkan kami hal tersebut,” ujarnya.

Atas dasar itu, Gus Lilur menilai seseorang tetap dapat menjalankan nilai-nilai ke-NU-an tanpa harus menjadi bagian dari struktur PBNU.
Kritik terhadap Rais Aam PBNU
Selain persoalan dinamika organisasi, Gus Lilur juga melontarkan kritik terhadap kepemimpinan Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar.

Ia mengaku mempertanyakan kapasitas keilmuan Rais Aam PBNU tersebut. Gus Lilur bahkan menyebut dirinya telah membuat sejumlah video yang menampilkan seorang anak sekolah dasar mengomentari pidato KH Miftahul Akhyar.

Menurut Gus Lilur, video tersebut dibuat oleh timnya untuk mengkritisi dua pidato, yakni pidato penutupan Munas-Konbes NU di Bangkalan dan pidato pembukaan Muktamar NU di Tambakberas, Jombang.

Gus Lilur mengklaim pernah mempublikasikan kritik terhadap pidato tersebut di sejumlah media. Ia juga menyebut kritiknya berkaitan dengan dugaan kesalahan dalam penggunaan istilah dan harakat.

“Saya yang berguru pada banyak kiai alim di NU menolak dipimpin kiai awam. Ber-NU tanpa ber-PBNU,” katanya.

Meski demikian, berbagai tudingan dan penilaian yang disampaikan Gus Lilur tersebut merupakan pandangan pribadinya. Penilaian mengenai kapasitas keilmuan maupun kepemimpinan seseorang tetap perlu dikonfirmasi kepada pihak yang bersangkutan.

Gus Lilur menutup pernyataannya dengan menyerukan semangat amar makruf nahi mungkar.

“Salam Amar Makruf Nahi Mungkar,” HRM Khalilur R Ab Sahlawiy,.warga NU,.Kiai Kampung
×
Berita Terbaru Update