TNI - POLRI bersama masyarakat bangun jembatan darurat pasca banjir
SITUBONDO — Putusnya jembatan limpas akibat terjangan banjir Sungai Maling di Dusun Wringin, Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng, Situbondo, sempat menghambat aktivitas warga. Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama.
Pada Senin (26/1/2026) pagi, aparat gabungan TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat setempat bergerak cepat membangun jembatan darurat berbahan bambu. Kerja bakti dimulai sekitar pukul 09.00 WIB sebagai respons atas terputusnya akses utama penghubung antardusun.
Dengan peralatan sederhana dan memanfaatkan material bambu serta kayu, puluhan warga tampak bergotong royong menyusun rangka jembatan agar dapat segera dilalui. Suasana kebersamaan terlihat kuat di tengah upaya pemulihan pascabanjir tersebut.
Kapolsek Jatibanteng Iptu Agus Nurahmadi mengatakan, pembangunan jembatan darurat menjadi prioritas untuk memastikan mobilitas warga kembali berjalan. Menurut dia, akses transportasi memiliki peran penting bagi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
“Kami berupaya hadir langsung membantu pemulihan fasilitas umum. Yang terpenting, masyarakat bisa kembali beraktivitas dan roda perekonomian tidak terhenti terlalu lama,” ujar Agus di sela kegiatan.
Sinergi lintas elemen tampak nyata di lokasi. Bhabinkamtibmas Aipda Hadiyono, Babinsa Serda Mudafir, Kepala Desa Wringinanom Sahrudin, bersama warga turun langsung ke aliran sungai untuk memastikan konstruksi jembatan bambu terpasang dengan aman dan kokoh.
Jembatan darurat tersebut rampung pada siang hari dan langsung dapat digunakan. Warga kembali bisa melintas untuk keperluan sehari-hari, mulai dari bekerja, berbelanja ke pasar, hingga akses anak-anak menuju sekolah serta jalur penghubung ke desa lain.
Kepala Desa Wringinanom Sahrudin mengapresiasi respons cepat TNI, Polri, dan partisipasi masyarakat. Ia menyebut kerja sama tersebut sangat membantu mengurangi kekhawatiran warga yang sempat takut terisolasi akibat jembatan putus.
“Alhamdulillah, akses warga kembali terbuka. Ini sangat vital untuk pemulihan ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat setelah banjir,” kata Sahrudin.

