Notification

×

Iklan

=

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Reaktivasi Jalur KA Kalisat–Panarukan Masuk Tahap Awal, BTP Surabaya Rampungkan SID

Wednesday, February 11, 2026 | February 11, 2026 WIB Last Updated 2026-02-11T11:21:29Z

 

Gambar iluatrasi staisun kereta api Panarukan-Kalisat

SURABAYA — Setelah hampir 22 tahun tak dilalui kereta api, jalur KA Kalisat–Bondowoso–Panarukan kini memasuki babak baru. Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya menyatakan komitmennya untuk mendorong reaktivasi jalur legendaris tersebut, yang dulu menjadi andalan transportasi masyarakat Bondowoso dan sekitarnya.

Komitmen itu disampaikan Kepala BTP Surabaya Denny Michels Adlan saat menerima kunjungan kerja Komisi III DPRD Kabupaten Bondowoso. Ia mengungkapkan, tahapan awal reaktivasi telah dilakukan melalui penyelesaian Survei Identifikasi Desain (SID) pada lintas nonaktif Kalisat–Bondowoso–Panarukan.

“Setelah masa posko Natal dan Tahun Baru, kami melaksanakan survei dan telah memetakan keseluruhan jalur pada lintas Kalisat hingga Bondowoso,” ujar Denny. Rabu (11/2/2026).

SID tersebut rampung pada Selasa, 27 Januari 2026, setelah dilaksanakan sekitar satu pekan. Survei bertujuan memetakan kondisi eksisting jalur nonaktif, mulai dari trase rel, jembatan, bangunan stasiun, hingga kondisi lahan di sekitarnya. Tim juga mencatat potensi hambatan teknis dan sosial yang perlu diselesaikan sebelum jalur kembali dioperasikan.

“Survei ini menjadi dasar bagi tahap perencanaan berikutnya. Kami mengambil gambar dan melakukan plotting dengan GPS agar seluruh kondisi jalur dapat terpetakan secara akurat,” jelasnya.

Hasil SID menunjukkan sejumlah tantangan serius. Beberapa stasiun diketahui telah beralih fungsi, sementara sejumlah jembatan meski masih berdiri, membutuhkan analisis teknis ulang.

“Ada jembatan yang masih bisa diperbaiki, ada yang perlu diganti, bahkan dibangun ulang jika kondisinya sudah rusak berat,” ungkap Denny.

Tak hanya aspek teknis, persoalan sosial juga menjadi perhatian. Di sejumlah titik, jalur kini berada dekat permukiman warga dan tidak lagi steril. Bahkan, ada jembatan yang telah dimanfaatkan sebagai akses masyarakat.

“Perlu koordinasi dengan warga dan para pemangku kepentingan. Selain penertiban, juga harus disiapkan alternatif akses bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Meski demikian, BTP Surabaya menilai reaktivasi jalur ini memiliki nilai strategis tinggi. Jalur KA Kalisat–Panarukan dinilai berpotensi mendukung integrasi antarmoda, terutama dengan Pelabuhan Panarukan, sekaligus memperkuat konektivitas menuju kawasan wisata unggulan seperti Ijen Geopark.

“Saya sangat mendukung reaktivasi jalur ini, terlebih potensi integrasi antarmoda dan penguatan sektor pariwisata,” tutur Denny.

Namun, ia menegaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso menjadi kunci, terutama dalam studi lanjutan dan penanganan persoalan lahan, mengingat sebagian trase telah beralih fungsi.

“Dorongan dari DPRD maupun dari Pemkab Bondowoso sangat kami perlukan agar rencana ini bisa berjalan,” tambahnya.

Dukungan politik pun mengalir dari DPRD Kabupaten Bondowoso. Ketua Komisi III DPRD Bondowoso Sutriyono menyambut baik langkah BTP Surabaya. Menurut dia, reaktivasi jalur kereta api menjadi kebutuhan di tengah meningkatnya kepadatan lalu lintas di jalan nasional maupun provinsi.

“Bukan hanya soal pariwisata atau integrasi antarmoda. Di jam-jam sibuk, kondisi jalan di Bondowoso mulai padat,” ujarnya.

Sebagai catatan, jalur KA Kalisat–Bondowoso–Panarukan dibangun oleh Staatsspoorwegen pada 1897 dan resmi berhenti beroperasi pada 2004. Jalur ini juga telah melalui studi kelayakan pada 2022 yang menunjukkan tingginya minat masyarakat Jember, Bondowoso, dan Situbondo terhadap layanan kereta api.

Dengan rampungnya SID, proses perencanaan diharapkan dapat dilanjutkan secara lebih terarah. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, jalur KA Kalisat–Panarukan berpeluang kembali beroperasi dan menjadi penggerak mobilitas serta perekonomian masyarakat di kawasan tapal kuda Jawa Timur.

×
Berita Terbaru Update