Kedatangan Nasim Khan disambut haru warga Lubawang
SITUBONDO — Kedatangan Nasim Khan di lokasi banjir di Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, Jawa Timur, memunculkan suasana haru di tengah warga terdampak. Sabtu (14/3/2026).
Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) III Jawa Timur yang meliputi Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso itu disambut langsung masyarakat yang masih berjuang memulihkan kondisi pascabanjir yang dua kali melanda wilayah tersebut dalam waktu berdekatan.
Sejumlah warga mengaku tidak menyangka kedatangan Nasim Khan. Mereka bahkan secara terbuka menyampaikan bahwa pada Pemilu Legislatif sebelumnya suara yang diperoleh Nasim Khan di Kecamatan Banyuglugur relatif kecil.
Namun kenyataannya, justru Nasim Khan yang datang langsung melihat kondisi warga setelah bencana.
“Terus terang waktu pileg kemarin suara beliau di sini sedikit. Tapi kami terharu, justru beliau DPR RI yang datang langsung melihat kondisi kami setelah banjir,” ujar salah satu warga di lokasi.
Dalam kunjungannya, Nasim Khan menegaskan bahwa kesejahteraan masyarakat Situbondo merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah semata.
Menurut dia, seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, pengusaha hingga masyarakat harus bersinergi membangun daerah.
“Tidak ada gunanya kita menjadi pejabat atau pengusaha kalau Situbondo tidak sejahtera. Karena itu kita harus bersinergi, saling membantu, dan bersama-sama membangun daerah ini,” kata Nasim.
Di sisi lain, Nasim juga menyinggung dinamika politik yang kerap terjadi di masyarakat. Ia menilai pilihan politik sering kali dipengaruhi berbagai faktor, termasuk praktik politik uang.
“Kalau berbicara politik memang tidak ada yang pasti. Terkadang pemimpin yang tidak berkualitas bisa terpilih karena pemilih tergiur politik uang,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa persoalan politik tidak boleh mengalahkan kepentingan masyarakat yang lebih luas.
Nasim juga berharap para kepala desa di Situbondo dapat memperkuat koordinasi dan kebersamaan dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat, termasuk penanganan dampak bencana.
“Urusan politik silakan berjalan dinamis, tetapi kepentingan umat dan rakyat harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.
