Bupati dan Kapolres Situbondo dalam pembukaan bazar Ramadhan di Burnik city
SITUBONDO – Bazar Ramadan Burnik City di Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Kota Situbondo, resmi dibuka oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo bersama Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie. Bazar kuliner yang digelar selama satu bulan penuh ini diharapkan menjadi pusat jajanan berbuka puasa sekaligus penggerak ekonomi warga. Selasa sore (24/2/2026).
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu menyebut Burnik City menghadirkan beragam kuliner khas dengan harga terjangkau. Mulai dari bakso luyang (sepuluh ribu kenyang), bikang “janda menyala”, hingga ikan tongkol asap yang menjadi favorit pengunjung.
“Dengan dibukanya Bazar Ramadan Burnik City ini, masyarakat bisa menikmati kuliner murah meriah, tapi tetap berkualitas,” ujar Mas Rio. Ia juga mengajak para ASN di lingkungan Pemkab Situbondo untuk ikut meramaikan dan berbelanja kebutuhan berbuka puasa di lokasi tersebut.
Tak hanya berbicara soal ekonomi, Mas Rio mengaku memiliki kenangan pribadi dengan kawasan Burnik City. Ia menyebut tempat itu menyimpan memori masa kecil yang tak terlupakan.
“Kepada Mas Hadari selaku pengelola, saya pesan agar terus semangat mengembangkan Burnik City dan melayani para pelaku UMKM. Tidak mudah mempertahankan pelaku usaha mikro untuk tetap berjualan, tapi saya yakin Burnik City akan menjadi idola kuliner masyarakat Situbondo dan sekitarnya,” katanya.
Sementara itu, pengelola Burnik City, Hadari, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan Bupati serta Kapolres Situbondo dalam peresmian bazar tersebut.
“Terima kasih Mas Rio dan Kapolres telah meresmikan Bazar Ramadan ini. Kami menyediakan berbagai makanan dan minuman berbuka puasa dengan harga terjangkau serta pelayanan ramah,” ujarnya.
Menurut Hadari, suasana Burnik City menawarkan pengalaman berbeda. Pengunjung bisa menikmati pemandangan gunung, melihat layang-layang hias, hingga jogging santai menjelang waktu berbuka puasa.
Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie mengaku terkesan dengan perkembangan Burnik City. Ia menilai kawasan yang dahulu dikenal kurang tertata itu kini bertransformasi menjadi ruang publik yang nyaman dan produktif.
“Sambil meninjau lapak, kami membeli beberapa dagangan warga untuk dibagikan lagi sebagai takjil buka puasa. Kami ingin UMKM Situbondo semakin maju dan masyarakat bisa merasakan langsung berkah Ramadan tahun ini. Jangan lupa datang ke Burnik City, makanannya sangat variatif dan menggugah selera,” ujar AKBP Bayu sambil tersenyum.
Aksi spontan memborong takjil dari para pelaku UMKM itu menjadi bentuk dukungan kepolisian terhadap kebangkitan ekonomi lokal. Menurutnya, ramainya pasar rakyat seperti Burnik City tak hanya memutar roda perekonomian warga, tetapi juga menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif karena masyarakat memiliki wadah kegiatan yang positif selama Ramadan.
