Notification

×

Iklan

=

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jejak Pengusaha Tembus Asia–Eropa, Rokok Madura Naik Kelas ke Pasar Internasional

Saturday, February 28, 2026 | February 28, 2026 WIB Last Updated 2026-02-28T14:54:39Z

 

Ngopi nyantai sang pionir ekspor rokok Madura gingga jelang sahur

PAMEKASAN — Industri rokok Madura mencatatkan tonggak penting di pasar internasional. Seorang pengusaha yang dikenal sebagai pionir ekspor rokok Madura berhasil membawa produk lokal menembus pasar Asia hingga Eropa secara legal dan berkelanjutan. Sabtu (28/2/2026).

Kisah ini dituturkan oleh HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, yang mengaku banyak belajar dari sosok tersebut. Ia diperkenalkan kepada pengusaha itu oleh pejabat Bea Cukai saat tengah mencari informasi terkait prosedur ekspor rokok.

“Waktu itu saya masih awam soal ekspor. Beliau dikenalkan sebagai eksportir rokok Madura pertama yang berhasil menembus pasar Asia dan Eropa, sekaligus satu-satunya pengusaha rokok Madura yang ekspor secara legal,” ujarnya.

Pengusaha tersebut berasal dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, beristri warga Sumenep, dan kini menetap di Pamekasan. Pabrik rokok yang dikelolanya berada di dua kabupaten di Pulau Madura, yakni Sumenep dan Pamekasan.

Dari pertemuan itu, Khalilur mengaku mendapat banyak wawasan, mulai dari pemilihan tembakau, racikan saus rokok, manajemen pabrik, hingga strategi ekspor. Salah satu merek rokok yang telah beredar di pasar nasional dan internasional adalah Exodus.

Menurutnya, tak mudah bagi pabrik rokok Madura untuk menembus pasar nasional, apalagi ekspor. Meski jumlah pabrik cukup banyak, hanya segelintir yang mampu bersaing secara luas dan memenuhi standar legalitas serta regulasi perdagangan internasional.

“Saat ini banyak pabrik rokok di Madura, tetapi tidak banyak yang bisa menembus pasar nasional, apalagi ekspor,” katanya menirukan penjelasan sang pionir.

Dalam diskusi yang berlangsung hingga hampir tengah malam di kediaman pengusaha tersebut di Pamekasan, Khalilur juga menyampaikan mimpinya untuk menjadi pengusaha rokok terbesar di Asia, bukan hanya di Indonesia. Ia mengungkapkan telah memiliki jaringan pasar rokok di sembilan negara Asia.

Mendengar hal itu, sang pionir disebut sempat terkejut. Pertemuan tersebut kemudian berlanjut pada kesepakatan kerja sama bisnis.

Meski demikian, saat dimintai izin untuk mempublikasikan identitasnya, pengusaha tersebut memilih untuk tidak disebutkan namanya di media. Permintaan itu pun dihormati.

Kisah ini menjadi potret bagaimana industri rokok lokal Madura perlahan memperluas sayap ke pasar global, membuka peluang baru sekaligus tantangan besar dalam menjaga kualitas, legalitas, dan daya saing di tengah ketatnya regulasi internasional.

×
Berita Terbaru Update