Notification

×

Iklan

=

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Saling Tatap Berujung Tawuran, Polisi Mediasi Belasan Remaja Panji Kidul dan Landangan

Saturday, February 28, 2026 | February 28, 2026 WIB Last Updated 2026-02-28T15:49:54Z

 

Dua kelompok pemuda terlibat tawuran dimediasi di polres situbondo

SITUBONDO – Tak ingin aksi saling serang antar-remaja meluas menjadi konflik antar-desa, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Situbondo bergerak cepat. Belasan pemuda dari Desa Panji Kidul, Kecamatan Panji, dan Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, yang terlibat tawuran beruntun pada Sabtu (28/2/2026) dini hari, diamankan dan difasilitasi untuk berdamai.

Langkah tegas namun humanis itu ditempuh guna memutus rantai dendam yang sempat memanas di media sosial. Bertempat di Mapolres Situbondo, Sabtu pukul 16.00 WIB, para remaja dikumpulkan bersama orang tua masing-masing. Kepala Desa Panji Kidul dan perangkat Desa Landangan turut hadir untuk mencari jalan tengah.

Peristiwa bermula dari hal sepele. Sekitar pukul 00.30 WIB, rombongan remaja Panji Kidul berkeliling melakukan patroli sahur menggunakan sepeda motor dan gerobak (ompreng). Saat melintas di kawasan Taman Lanceng, Kapongan, terjadi gesekan dengan remaja setempat hanya karena saling tatap di jalan.

Situasi kemudian memanas. Aksi pemukulan terjadi dan berujung bentrokan fisik. Keributan bahkan berlanjut hingga tiga lokasi berbeda dalam semalam. Salah satu remaja dilaporkan memukulkan gitar hingga menyebabkan luka bocor di kepala pihak lawan. Warga sekitar yang resah akhirnya turun tangan mengamankan para remaja sebelum diserahkan kepada polisi.

Kapolres Situbondo, Bayu Anuwar Sidiqie, melalui Kasatreskrim Agung Hartawan menegaskan, pihaknya tak ingin persoalan tersebut berlarut-larut. Mengingat sebagian besar pelaku masih berusia sekolah, polisi mengedepankan jalur mediasi atau restorative justice.

“Kami segera kumpulkan kedua pihak agar masalah tidak berkepanjangan. Kami ingin mereka sadar bahwa tawuran hanya merugikan diri sendiri dan keluarga. Alhamdulillah, melalui mediasi ini, kedua kelompok sepakat untuk berdamai,” ujar Agung.

Dalam pertemuan yang turut dihadiri para orang tua, kedua belah pihak akhirnya saling meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Mereka juga menandatangani surat pernyataan untuk tidak saling menuntut secara hukum maupun meminta ganti rugi biaya pengobatan.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, para remaja tersebut diminta membuat video klarifikasi guna meredam rekaman tawuran yang sempat viral di media sosial. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan situasi di kedua desa kembali kondusif.

“Kami titip pesan kepada para orang tua, tolong lebih ketat mengawasi anak-anaknya saat jam malam. Niatnya baik untuk patroli sahur, tapi kalau tidak dipantau bisa salah jalan seperti ini,” tambahnya.

Setelah proses mediasi selesai, belasan remaja itu diperbolehkan pulang bersama orang tua masing-masing. Polisi memastikan patroli akan terus ditingkatkan di titik-titik rawan gangguan kamtibmas selama bulan suci Ramadhan.

“Apabila butuh bantuan polisi, jangan ragu hubungi 110,” pungkas Agung.


×
Berita Terbaru Update