KUALA LUMPUR — Perjalanan ekspedisi pasar rokok Asia-Australia yang dilakukan pengusaha tembakau asal Indonesia, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, (Gus Lilur) menghasilkan langkah strategis baru di industri rokok. Ia mengumumkan pembentukan induk perusahaan bernama Bandar Rokok Nusantara Global Grup (BARONG Grup) yang ditargetkan menjadi pemain di pasar rokok dunia.
Pembentukan perusahaan tersebut disepakati setelah serangkaian diskusi dengan sejumlah mitra bisnis dari delapan negara yang ditemui Khalilur di Kuala Lumpur, Malaysia.
“Perusahaan ini baru saya bentuk tadi malam dan rencananya akan dilegalisasi besok. Fokusnya untuk menaklukkan pasar rokok global dengan membawa kekuatan tembakau Nusantara,” kata Gus Lilur dalam
keterangannya dari kamar 1803 Hotel JW Marriott Kuala Lumpur.
Ia menjelaskan, pembentukan BARONG Grup merupakan bagian dari tiga agenda besar ekspedisi bisnis yang tengah dijalankannya.
Agenda pertama adalah Ekspedisi Pasar Rokok Asia-Australia (EPARSIA Pasar Rokok) yang bertujuan membuka jaringan pemasaran rokok produksi Indonesia di berbagai negara.
Agenda kedua, Ekspedisi Pabrik Rokok Asia-Australia (EPARSIA Pabrik Rokok), yakni rencana membangun jaringan pabrik rokok di kawasan Asia dan Australia.
Sementara agenda ketiga adalah Ekspedisi Pabrik Rokok Indonesia–Dunia, yang menargetkan pembangunan pabrik rokok skala besar di Indonesia sekaligus di berbagai negara lain.
Menurut Gus Lilur, strategi tersebut terinspirasi dari model ekspansi perusahaan rokok global yang lebih dulu membangun jaringan produksi lintas negara untuk menguasai pasar internasional.
“Jika perusahaan rokok luar negeri bisa menguasai pasar Indonesia, maka sepantasnya ada anak bangsa yang berani melakukan hal yang sama—berangkat dari Indonesia untuk menaklukkan pasar rokok dunia,” ujarnya.
Ia menilai kekuatan utama industri rokok Indonesia terletak pada kualitas tembakau Nusantara yang dikenal memiliki karakter khas di pasar global.
Beberapa varietas tembakau yang disebutnya memiliki potensi besar antara lain tembakau Lombok di Nusa Tenggara Barat yang dikenal sebagai salah satu varian Virginia blend, tembakau Madura sebagai varian Oriental blend, serta tembakau Jember yang masuk kategori Burley blend berkualitas tinggi.
Selain itu, terdapat pula tembakau Besuki di Situbondo, tembakau Deli dari Sumatera Utara, tembakau srintil dari Temanggung, hingga tembakau Lumajang yang dinilai memiliki cita rasa khas.
Meski memiliki potensi besar, Khalilur menilai kesejahteraan petani tembakau di Indonesia masih belum optimal selama puluhan tahun terakhir.
“Indonesia adalah gudangnya tembakau nikmat. Tetapi ironisnya banyak petani tembakau yang belum sejahtera. Harapannya, jika industri rokok nasional berkembang secara global, kesejahteraan petani juga ikut terangkat,” katanya.
Ia berharap rencana ekspansi bisnis tersebut dapat menjadi jalan bagi tembakau Nusantara untuk dikenal lebih luas di pasar dunia.
“Semoga tembakau Nusantara bisa mendunia dan para petani tembakau Indonesia bisa merasakan kesejahteraan yang lebih baik,” pungkas pengiusaha asal Jawa Timur tersebut.
Tag Terpopuler
› Baron grup
› Headline
› rokok
› tembakau indonesia
Ekspedisi Pasar Rokok Asia-Australia Berbuah Perusahaan Baru, BARONG Grup Siap Garap Pasar Global
Ekspedisi Pasar Rokok Asia-Australia Berbuah Perusahaan Baru, BARONG Grup Siap Garap Pasar Global
Biro Jatim
Thursday, March 12, 2026 | March 12, 2026 WIB
Last Updated
2026-03-12T01:46:08Z
