Notification

×

Iklan

=

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Truk Negara Mulai Berdatangan, Ekonomi Desa di Situbondo Dipacu Lewat Koperasi Merah Putih

Thursday, April 9, 2026 | April 09, 2026 WIB Last Updated 2026-04-09T03:13:39Z

 

Belasan truk Koeprasi merah Putih sudah tiba di Situbondo

SITUBONDO, — Upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi pedesaan mulai menunjukkan wujud nyata di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Sejumlah kendaraan logistik berupa truk fuso berwarna putih yang disiapkan untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kini mulai tiba di wilayah yang dikenal sebagai Kota Santri itu, Kamis (9/4/2026).

Pada tahap awal, sebanyak 13 unit truk milik negara tersebut tampak terparkir rapi di Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0823 Situbondo. Kehadiran armada ini menjadi sinyal awal bahwa distribusi hasil pertanian desa akan segera memasuki babak baru—lebih cepat, lebih efisien, dan langsung menyasar konsumen.

Program KDKMP sendiri dirancang untuk memangkas rantai distribusi yang selama ini dinilai terlalu panjang. Dengan adanya armada logistik mandiri, hasil tani dari petani desa diharapkan tidak lagi bergantung pada tengkulak, sehingga margin keuntungan bisa dinikmati lebih besar oleh para produsen di tingkat bawah.

Selain truk fuso sebagai tulang punggung distribusi, setiap koperasi desa juga akan diperkuat dengan armada pendukung untuk mobilitas lokal. Tidak hanya itu, koperasi ini juga diproyeksikan berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi desa yang terintegrasi.

“Siap menjalankan berbagai unit usaha, mulai dari gerai sembako, unit simpan pinjam, hingga layanan kesehatan seperti klinik dan apotek desa,” ujar salah satu sumber di lapangan.

Dengan konsep tersebut, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga menjadi pusat layanan ekonomi dan sosial masyarakat desa. Distribusi hasil pertanian seperti padi, jagung, dan komoditas hortikultura pun diharapkan dapat langsung menjangkau pasar tanpa melalui banyak perantara.

Sejumlah petani di Situbondo menyambut baik program ini. Mereka berharap kehadiran armada logistik milik negara benar-benar mampu mengangkat harga jual hasil panen mereka.

“Kalau distribusi lancar dan tidak lewat banyak tangan, tentu harga di kami bisa lebih baik. Selama ini yang untung besar ya di tengah,” kata Ahmad (45), petani asal Kecamatan Panji.

Senada dengan itu, Siti (38), pelaku usaha olahan hasil tani, juga menaruh harapan besar terhadap program ini. Ia menilai akses distribusi yang lebih luas akan membantu produk desa menembus pasar yang lebih besar.

“Kalau ada truk sendiri, kami bisa kirim barang ke luar daerah tanpa harus mahal di ongkos. Harapannya produk desa bisa lebih dikenal,” ujarnya.

Meski disambut positif, sebagian masyarakat juga memberikan catatan agar program ini tidak berhenti sebatas seremoni. Mereka berharap pengelolaan koperasi dilakukan secara profesional dan transparan.

“Programnya bagus, tapi yang penting pengelolaannya. Jangan sampai nanti mangkrak atau tidak tepat sasaran,” ujar Rudi (52), warga Situbondo.

Warga lainnya juga menyoroti pentingnya pelatihan bagi pengurus koperasi agar mampu mengelola usaha secara berkelanjutan.

“Harus ada pendampingan. Jangan cuma dikasih truk, tapi SDM-nya tidak siap,” tambahnya.

Kehadiran armada logistik ini diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi ekonomi pedesaan di Situbondo. Dengan distribusi yang lebih efisien, hasil bumi tidak hanya melimpah secara kuantitas, tetapi juga memiliki nilai tambah secara ekonomi.

Jika berjalan sesuai rencana, program Koperasi Merah Putih ini bukan hanya akan memperkuat kemandirian desa, tetapi juga menjadi model pengembangan ekonomi berbasis komunitas yang bisa direplikasi di daerah lain di Indonesia.

×
Berita Terbaru Update